Gejala Krisis Likuiditas Perbankan

Kredit perbankan yang mengalami pertambahan cukup cepat dimana selama enam bulan mengalami pertambahan berkisar Rp 145 triliun belum diimbangi dengan pertumbuhan dana. Pertumbuhan kredit mencatatkan pertumbuhan tiga kali lipat lebih besar jika dibandingkan tingkat pertumbuhan dana. Tren pertumbuhan kredit Juli dan Agustus mencapai Rp74 triliun-merujuk pertumbuhan kredit dalam satu tahun periode yang berakhir Agustus, mencapai 35% menjadi Rp1.264 triliun-maka besar kemungkinan akan menggerus dana SBI.

Oleh karena itu, kondisi likuiditas perbankan kini terancam. Dana pihak ketiga perbankan mengalami pertumbuhan yang negatif sepanjang empat bulan pertama ditahun 2008. Kondisi pertumbuhan yang positif baru terjadi pada bulan Juni dimana terjadi pertumbuhan dana masyarakat berkisar Rp 50 triliun. Pertumbuhan ini dikontribusikan dari pertumbuhan dana pihak ketiga dalam valuta asing yakni dari posisi Rp 33 triliun menjadi Rp 259 triliun. Sedangkan, untuk simpanan rupiah terjadi kenaikan berkisar Rp 10 triliun menjadi Rp 1.294 triliun sepanjang semester pertama ditahun 2008.
Perlombaan menjaring nasabah pun terjadi dalam dunia perbankan yang ditandai dengan persaingan suku bunga simpanan. Sebut saja bank royal yang mematok suku bunga pada kisaran 10.5% berada diatas tingkat maksimum suku bunga penjaminan sebesar 8.75%. Bank DBS Indonesia juga memberikan tingkat bunga sebesar 10.25% bagi penempatan dana sebesar Rp 500 juta keatas serta 10% bagi penempatan minimum Rp 50 juta. Bank Maspion juga berani membayarkan suku bunga deposito sebesar 10%. Agregat deposito telah mencapai persentase sebesar 11.88% selama enam bulan. Suku bunga overnight telah mencapai 9.25% serta 11.5% selama 12 bulan.

Persaingan suku bunga ini akan membahayakan pihak perbankan (khususnya nasabah perbankan). Pemberian bunga diatas 8.75% akan menjadi diluar tanggung jawab LPS. LPS hanya memberikan jaminan bagi simpanan kurang dari Rp 100 juta dengan suku bunga maksimum LPS sebesar 8.75%. Jika terjadi masalah misalnya likuidasi perbankan maka pihak nasabah tidak mendapatkan pengembalian dana dari LPS.

Nasabah sebaiknya tidak dengan mudah terpengaruhi tawaran bunga tinggi dari sebuah bank. Reputasi perbankan adalah hal yang terpenting untuk dipelajari bagi setiap calon nasabah. Menggunakan instrument lain seperti penerbitan obligasi juga mulai dilirik oleh kalangan perbankan sebagai pengganti likuiditas yang menipis tetapi keadaan yang terjadi tidak memungkinkan.
Upaya penyelesaian krisis likuiditas kalangan perbankan harus segera diatasi Karena jika terus dibiarkan akan berakibat pada persaingan suku bunga perbankan antar bank. Ini adalah poin penting bagi calon nasabah agar tidak tergiur suku bunga deposito yang tinggi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: