Hati-Hati Tergiur Bunga Deposito Tinggi

Fenomena persaingan memperebutkan dana pihak ketiga dari pihak nasabah sudah terjadi dalam dunia perbankan. Kondisi ini akan berakibat buruk bagi dunia perbankan jika terus dibiarkan. Bahkan akibat buruk ini telah berdampak pada instrument investasi lainnya seperti ORI yang mengalami hambatan dalam sosialisasi produk dikarenakan kalangan investor ORI lebih cenderung memilih menaruh dana pada instrument deposito karena tingkat bunga yang lebih tinggi (ada yang menawarkan deposito 12%).

Perbankan melakukan peningkatan suku bunga deposito guna menarik dana masyarakat disaat likuiditas sedangan mengalami pengetatan. Namun, seharusnya pihak perbankan menginformasikan pada kalangan nasabah akan besaran bunga yang diberikan. Informasi mengenai perbandingan antara suku bunga yang diberikan dengan suku bunga LPS seharusnya tersedia.
Padahal tindakan perbankan mengenakan suku bunga melebihi suku bunga LPS sangat membahayakan tetapi merupakan hal yang lumrah manakala terjadi krisis likuiditas seperti saat ini. Pertumbuhan kredit yang meningkat (bahkan diprediksikan akan kembali meningkat pada triwulan ketiga) menyebabkan perbankan membutuhkan pendanaan sedangkan kondisi yang terjadi adalah penurunan deposito. Oleh karena itu, salah satu solusi yang dapat dilakukan melalui peningkatan suku bunga deposito.

Pihak BI menyatakan bahwa kenaikan suku bunga diharapkan tidak terlalu tinggi. Fenomena yang kurang sehat akibat meningkatnya suku bunga deposito akan terjadi. Jika pihak perbankan tidak waspada akan mengakibatkan kerugian yang akan tiba pada nasabah. Nasabah bank harus menanggung derita jika bank mengalami colaps karena hanya Rp 100 juta yang dijamin oleh pemerintah.

Sebagai contoh, manakala bunga deposito yang dikenakan sebesar 13% sedangkan LPS 8.75% maka jika collaps akan berakibat pada hilangnya seluruh deposito. Langkah selanjutnya yang akan dilakukan perbankan manakala pembiayaan kredit mengalami kemacetan akan berkibat pada permintaan fasilitas pendanaan jangka pendek melalui bnank Indonesia atau melalui penerbitan SUN.

Nasabah awalnya akan terlena dengan bunga deposito tinggi yang marak ditawarkan kalangan perbankan. Namun, sesungguhnya upaya ini harus dicermati lebih berhati-hati karena jika kalangan nasabah mengalokasikan dana yang terlalu besar pada instrument deposito akan berakibat buruk bagi nasabah dan juga kalangan perbankan.

Seakan kita diingatkan kembali akan peristiwa ditahun 98 dimana kalangan perbankan mengalamikesulitan likuiditas sehingga menerbitkan deposito dengan suku bunga tinggi. Manakala kalangan perbankan tidak sanggup membayarkan suku bunga bahkan dana yang dikumpulkan juga habis akan berakibat pada dibekukannya sejumlah perbankan. Tentunya hal ini akan merugikan kalangan nasabah. Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam menaruh dana Anda serta jangan mudah tergiur oleh deposito bunga tinggi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: