Mengevaluasi Risiko Kegagalan IPO

Bagaimana Anda memprediksi bahwa perusahaan yang listing di bursa ataupun melakukan initial public offering (IPO) akan gagal? Ini adalah pertanyaan yang signifikan, baik bagi investor maupun karyawan perusahaan, seiring dengan tingkat delisting yang meningkat secara dramatis dalam beberapa tahun. Menurut penelitian Fama & French tahun 2004 lalu, probabilitas bahwa perusahaan yang baru listing akan bertahan dalam kurun sepuluh tahun anjlok tajam ke level 37% (era 90-an) dari sebelumnya 61% (era 70-an).

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Liz Demers, Assistant Professor of Accounting and Control dari INSEAD, dan Philip Joos asal Tilburg University, risiko kegagalan mungkin tidak tercermin pada harga listing baru pada saat penawaran. Menurut mereka penelitian ini tidak hanya bermanfaat bagi investor potensial, melainkan siapapun yang berafiliasi dengan perusahaan, baik itu auditor, underwriter, pengacara, hingga karyawan maupun eksekutif yang berencana untuk bergabung dengan perusahaan. Sehingga banyak pihak yang memerlukan informasi mengenai risiko kegagalan suatu perusahaan.

Dalam studinya, Demers berusaha untuk memprediksikan kegagalan, bukannya kesuksesan dari perusahaan yang baru listing. Definisi kegagalan disini adalah delisting, yaitu perusahaan dihapus dari bursa ataupun mendeklarasikan kebangkrutan dalam lima tahun sejak pertama kali listing.

Apa yang memotivasi mereka untuk melakukan penelitian ini?

Demers mengungkapkan bahwa perusahaan yang menawarkan sahamnya ke public saat ini lebih berisiko dibandingkan dengan masa lalu. Perusahaan kini menghasilkan level profitabilitas yang lebih rendah bahkan seringkali negatif, yang bukan merupakan hal umum di masa lalu. Sehingga risiko kegagalan perusahaan menjadi semakin penting untuk diketahui, terutama bagi pihak-pihak yang terlibat dengan perusahaan.

Penelitian ini tidak menyertakan perusahaan internet, karena khawatir akan mendistorsi hasil, terutama akibat bubble pada perusahaan internet di akhir 90an yang mencapai puncak pada Maret 2000. Namun mereka mengolah perusahaan internet dalam model tersendiri.
Bagaimana hasil penelitian ini?

Penelitian ini mengungkapkan bahwa ada beberapa indikasi berikut yang bisa Anda perhatikan jika ingin mengamati IPO dengan risiko kegagalan tinggi:

  • Perusahaan tentunya akan memilih perusahaan penjamin dan akuntan yang punya prestise, karena tidak mau diasosiasikan dengan penawaran berkualitas rendah
  • Pada saat bursa sedang ‘booming’, mungkn terdapat risiko kegagalan lebih tingg seiring persyaratan listing yang mengendur untuk memenuhi permintaan para investor
  • Perusahaan non-teknologi dengan beban penjualan, umum dan administrasi lebih tinggi kegagalannya cenderung lebih mungkin
  • Perusahaan dengan gross margin tinggi yang bisa mengenakan harga premium cenderung berisiko lebih rendah
  • Perusahaan dengan harga penawaran rendah merupakan salah satu indikasi bahwa risiko kegagalannya tinggi
  • jika perusahaan yang sudah mature melakukan go public, maka itu indikasi bahwa risiko kegagalan lebih rendah, karena mereka punya sejarah yang panjang dan knowledge operasional.
  • Perusahaan dengan leverage lebih tinggi maka risiko kegagalannya semakin besar
  • Perusahaan high-tech yang sebelum go public sudah melakukan investasi R&D dalam jumlah yang besar cenderung memiliki risiko kegagalan lebih rendah.

Studi yang dilakukan Demers ini berfokus pada bursa AS saja, namun bursa lainnya seperti bursa London ata Taiwan mungkin memiliki model hampir sama, hanya saja butuh penyesuaian. Misalnya seperti di Inggris, level harga di Inggris lebih rendah dibandingkan di AS. Maka, perusahaan dengan harga penawaran yang sangat rendah di AS merupakan indikator kualitas rendah karena norma yang dianut juga berbeda. Kemudian jugta ada factor institusional, misalnya mana saja yang merupakan underwriter utama di London, New York atau Taiwan.

Demers sendiri merekomendasikan calon investor untuk menggunakan model mereka sebelum melakukan keputusan investasi. Namun, analisa fundamental perusahaan juga perlu dilakukan supaya keputusan menjadi lebih akurat.

(Sumber: INSEAD Knowledge, russiablog.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: