Survei CFO: Perekonomian Tidak Pulih Hingga 2009, Harga Minyak Sumber Kekhawatiran

Para CFO di AS tidak memperkirakan perekonomian bakal pulih hingga 2009 atau sesudahnya. Sementara itu, tenaga kerja domestic diperkirakan akan menurun dan inflasi diperkirakan akan menguat 4.1 persen. Demikian adalah sebagian dari temuan dari survey global yang dilakukan Duke University dan CFO Magazine, yang bertanya kepada lebih dari 1,000 CFO dari berbagai perusahaan public hingga swasta secara global mengenai ekspektasi mereka terhadap perekonomian.

Tanda Stagflasi

Menurut lebih dari setengah CFO AS yang disurvei, perekonomian AS diperkirakan tidak akan pulih hingga pertengahan 2009 atau sesudahnya. Bahkan menurut John R. Graham, kepala survey yang juga profesor di bidang keuangan di Sekolah Bisnis Fuqua, kondisi ini mungkin akan menjadi perlambatan yang terpanjang sejak resesi tahun 1979-81. Yang lebih mengkhawatirkan adalah terdapat indikasi terjadinya stagflasi, yakni lambatnya perekonomian dikombinasi dengan naiknya pengangguran dan inflasi.

Kekhawatiran: Minyak, Permintaan dan Karyawan

Beberapa kekhawatiran yang muncul pada CFO AS antara lain adalah tingginya harga bahan bakar dunia, lemahnya permintaan konsumen, sektor kredit, sulitnya mempertahankan karyawan berkualitas, hingga membuat perencanaan di tengah ketidakpastian.

6 diantara tiap 10 CFO yang disurvei mengungkapkan bahwa perusahaan telah mengambil langkah untuk mengurangi dampak lonjakan harga bahan bakar. 45 persen mengaku telah mentransfer tingginya biaya input ke pelanggan dengan meningkatkan harga jual, 45 persen mengurangi perjalanan bisnis, 43 persen meningkatkan efisiensi manajemen fasilitasnya, dan lebih dari sepertiga mengaku telah berpindah ke metode pengiriman yang lebih efisien, 25 persen margin labanya tergerus, serta 13 persen bahkan menggunakan instrument derivative untuk melakukan hedging.
Optimisme

Dengan kondisi perekonomian AS seperti ini, maka para CFO terpaksa melakukan perubahan rencana. 40 persen dari perusahaan yang disurvei mengaku bahwa mereka menunda, mengurangi ataupun membatalkan rencana investasi barunya. Sekitar 82 persen mengaku terkena langsung badai krisis kredit. Meskipun begitu, pada kuartal ini level optimisme terpantau meningkat. Menurut Campbell R. Harvey, profesor dari Duke University, pada kuartal IV 2007 dan kuartal I 2008, pesimisme lebih dominant, dengan perbandingan 8:1, sementara kini rasio tersebut membaik jadi 3:1, yang mengindikasikan stabilisasi.

Optimisme Regional

CFO di Eropa kini menjadi sangat pesimis. 64 persen dari mereka lebih pesimis terhadap perekonomian negara mereka dibandingkan dengan kuartal lalu. Sementara itu hanya sekitar 8 persen yang lebih optimis. Lemahnya permintaan konsumen adalah kekhawatiran yang utama, diikuti oleh harga bahan bakar (ancaman inflasi).

Sementara itu,optimisme CFO di Asia turun secara dramatis, dan mencapai rekor terendah baru. Sekitar 62 persen lebih pesimis dibandingkan kuartal lalu, dan hanya 21 persen yang lebih optimis. Kekhawatiran utama mereka antara lain permintaan konsumen, biaya bahan bakar, ancaman inflasi, dan pelemahan dollar.

Di sisi lain, sebagian besar CFO Cina percaya bahwa peristiwa gempa bumi di Sichuan akan mempunyai efek yang sedikit negative terhadap perekonomian, dan 26 persen menyatakan bahwa efeknya akan besar dan memicu inflasi. Sekitar 65 persen lebih pesimis terhadap perekonomian negaranya dibandingkan kuartal lalu, hanya 25 persen yang lebih optimis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: