Strategi Investasi Melawan Fluktuasi

Fluktuasi yang terjadi pada dunia keuangan saat ini telah meresahkan banyak pihak. Nilai investasi pada keseluruhan instrument investasi yang dimiliki oleh investor cenderung mengarah pada penurunan. Fluktuasi yang tejadi ini tidak hanya sebatas kejadian dipasar lokal tetapi meluas pada pasar global serta regional. Strategi Cut Loss adalah strategi yang banyak dilakukan kalangan investor tetapi tidak jarang pula mereka melakukan strategi berorientasi pada investasi jangka panjang.

Ada banyak pilihan strategi investasi yang dapat dilakukan oleh kalangan investor. Strategi yang pertama adalah average down serta average up dimana strategi ini dapat dijelaskan melalui dua cara dimana ketika harga saham mengalami penurunan dan kemudian kalangan investor teryakinkan bahwa harga saham tersebut akan terus mengalami penurunan maka investor menerapkan strategi average down. Sebagai contohnya adalah harga saham hari ini Rp5600, lalu esok hari harga saham turun menjadi Rp5000, dan kemudia kembali turun lagi menjadi Rp4000. Investor terus melakukan pembelian agar nilai portfolio tetap. Strategi yang kedua adalah melakukan pembelian manakala harga saham terus mengalami kenaikan sampai dengan level resistensinya dan kemudian melakukan penjualan. Strategi ini dinamakan strategi average up.

Manakala pasar dalam keadaan bullish seperti kondisi yang terjadi saat ini, maka strategi yang tepat dilakukan adalah follower strategy dimana investor yang mengekor dapat menikmati kenaikan harga saham dari aksi yang dilakukan para pemimpin pasar. Diharapkan strategi ini akan menghasilkan imbal hasil yang cukup tinggi karena mengikuti pergerakan yang dilakukan oleh pihak atasan.

Strategi selanjutnya melalui pembelian reksadana terproteksi yang memberikan proteksi diatas nilai investasi dimana pemegang unit penyertaan dijamin mendapatkan hasil atas pengelolaan dana investasi secara periodik. Investasi pada reksadana terproteksi akan memberikan imbal hasil yang lebih tinggi jika dibandingkan investasi secara langsung pada instrument obligasi.

Strategi yang terakhir adalah sebuah strategi jangka panjang berupa constant dollar plan dimana melalui strategi ini kalangan investor melakukan investasi pada sejumlah dana tertentu di instrument portfolio saham kemudian investor tersebut melakukan aksi pertahanan nilai portfolio yang diinvestasikan sampai pada level harga tertentu. Jika harga saham mengalami peningkatan dan kemudian portfolio yang dimiliki melebihi level yang ditetapkan maka saham yang mengalami kenaikan akan dijual sampai pada titik yang ditetapkan. Hasil dari penjualan ini akan diinvestasikan pada berbagai instrument fixed income securities seperti obligasi, deposito dan sejenisnya.

Strategi investasi yang umumnya dipilih oleh kalangan investor adalah strategi investasi constant dollar plan ditengah fluktuasi yang terjadi saat ini. Terbukti bahwa banyak investor yang melakukan aksi ini telah mencapai titik keberhasilan atas imbal hasil yang diberikan dari investasi yang mereka lakukan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: