Apakah Allah Tidak Peduli dan Tidak Berperasaan terhadap Penderitaan Kita ?

Terkadang kita sering kali bertanya tentang kehidupan yang penuh masalah ini. Namun begitu banyak orang tidak mau lagi mencari jawabannya, mungkin mereka sudah bosan karena tidak pernah menemukan jawabannya. Padahal sebenarnya jawaban-jawaban atas pertanyaan itu ada. Dimana? Jawabanya ada di dalam Alkitab.

Kita sangat berbahagia karena diberi jawaban yang sangat masuk akal dan memuaskan hati didalam alkitab. Apa saja jawabanya ? Mari kita kupas satu-persatu.

Apakah Allah Tidak Peduli dan Tidak Berperasaan terhadap Penderitaan Kita ?

Banyak orang yang mengira jawabanya “Ya”, karena mereka berasumsi bahwa “Jika memang Tuhan peduli, dunia pasti tidak akan menderita seperti ini.

Lebih buruk lagi kebanyakan Pemuka Agama memperparah keadaan dengan membuat banyak orang berfikir bahwa Allah itu tidak berperasaan. Contohnya : Ketika terjadi bencana Alam, banyak Pemuka Agama yang mengatakan itu adalah cobaan dan hanya atas kehendaknyalah semua itu terjadi.

Padahal yang sebenarnya terjadi di dunia ini, tidak seperti anggapan mereka diatas. Hanya Alkitab yang bias memberi kita kebenaran sejati mengenai hal ini. Apa yang sebenarnya Alkitab katakan berkenaan Bencana seperti itu ? Dalam Alkitab di Buku Yakobus 1 : 13 menjawab “Apabila mengalami cobaan, janganlah seorang pun mengatakan ‘Aku sedang dicobai’, karena sehubungan dengan hal yang jahat, Allah tidak dapat dicobai dan Mencobai siapapun.” Jadi jelas Allah bukan sumber cobaan dan bencana tersebut.

Dalam memahami penderitaan kita seperti bencana diatas, kita perlu mengerti dahulu bahwa mengapa semua itu masih tetap terjadi jika memang Allah peduli pada manusia. Jawabanya adalah, Allah sengaja membiarkan semua hal buruk itu terjadi. Kata “membiarkan” sangat berbeda makna dengan “menyebabkan”.

Sebagai gambaran, ada seorang ayah yang sangat bijak tinggal bersama seorang anaknya. Namun suatu waktu anak tersebut memberontak melawan orang tuanya, dan sang anak pun pergi dari rumah. Di luar rumah sanga nak menempuh kehidupan yang bejat dan membuatnya mengalami kesulitan. Nah, menurut anda Apakah sang ayah menyebabkan kesusahan anaknya ? Tidak. Demikian pula Allah tidak menghalangi mereka memberontak dan memilih jalan hidup sesat. Jadi sangat tidak logis kalau kitra menyalahkan Allah atas semua ini.

Allah mempunyai alasan yang kuat mengapa ia melakukan hal ini, yaitu mengenai “Sengketa Kedaulatan” yang setan pertanyakan pada Allah. Setan menuduh Allah menahan “Hal-hal baik” dari manusia, sehingga manusia tidak dapat menikmatinya dan terkesan bahwa Allah adalah penguasa yang buruk (Kejadian 3:2-5). Manusia dapat hidup tanpa Allah. Itulah yang setan lontarkan pada Allah, dan ia pun kemudian merayu Manusia pertama di taman Eden, Adam dan Hawa agar mau memakan buah sebagai bentuk pemberontakan melawan kekuasaan Allah sehingga mereka dapat juga bias menjadi seperti Allah dan menyaingi dia. Bukankah ini adalah suatu perlawanan terang-terangan terhadap Allah. Dan hasil akhirnya manusia tertipu, jauh dari bimbingan Allah dan memilih jalan hidup bejat dan sengsara di kemudian hari.
Allah membiarkan manusia membuktikan apakah mereka dapat hidup tanpa bimbingan Allah, seperti perbuatan mereka di Taman Eden itu. Dan hal ini masih berlanjut hingga sekarang. Kalau misalnya Allah mencegah hal-hal buruk terjadi, maka Setan akan menang atas tuduhannya yaitu “manusia bisa hidup Aman tanpa Allah”. Itu sama saja Allah “Bunuh Diri” dengan membantu musuhnya sendiri. Maka Allah pun membiarkan dan seraya mengamati hingga sekarang ternyata manusia terbukti tidak dapat hidup tanpa Allah. Lihat saja keadaan sekarang yang semakin kacau balau.

Tapi, apakah Allah akan terus membiarkan kita mengalami penderitaan tanpa memberikan solusi jalan keluarnya ? Jawabanya, Tidak. Allah bakalan bertindak, dan hanya masalah waktu saja semua bentu kejahatan akan lenyap dari muka bumi ini (Mazmur 37:9-11).

Bagaimana caranya ? Allah telah menetepkan suatu saat manakala system fasik ini akan dimusnahkan dalam perang Armagedon. Sangat panjang jika harus menjabarkan hal ini, dan jika anda inign mengetahui lebih banyak, anda dapat meminta kami memberikan pengajaran Alkitab secara sukarela tanpa dipungut biaya sepeser pun melalui saksi-saksi yehuwa terdekat kota anda, atau P.O Box 2105 JKT 10001.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: